TIPS MEMILIH KACA FILM YANG TEPAT

4 hal yang harus diperhatikan dalam memilih kaca film yang tepat bagi mobil anda

VLT (VISIBLE LIGHT TRANSMITTANCE)

Persentase VLT menandakan besarnya cahaya yang lewat melalui kaca film. VLT berhubungan dengan persentase kegelapan kaca film, tapi bukanlah sebagai ukuran % kegelapan kaca film, karena kegelapan kaca film juga dipengaruhi oleh bahan dasar kaca film tersebut. Pada umumnya kaca mobil sebelum terpasang kaca film dapat menolak cahaya 5% (VLR 5%), menyerap cahaya 5% (VLA 5%) dan tembus cahaya sebesar 90%(VLT 90%)


Salah satu hal penting dalam kaca film adalah besaran VLT (Visible Light Transmittance) atau kata lain Penerusan cahaya (tampak).

Besaran VLT ini menunjukkan besaran cahaya yang masuk ke dalam kabin.

Jika semakin kecil nilai VLT maka semakin terlihat gelap kaca film.Pertimbangkan juga efek dari kegelapan kaca film Anda di saat mengemudi saat terik panas dan hujan lebat.


Jadi tidak bijaksana kan jika memasang kaca film yang terlalu gelap, mungkin untuk mengemudi di siang hari tidak terlalu terasa, tetapi hal ini akan membutuhkan kerja pandangan ekstra saat mengemudi di malam hari atau pun hujan lebat.


Di pasaran, konsumen kaca film mengelompokkan kaca film berdasarkan tingkat kegelapannya, yang sebenarnya angkanya berkebalikan dengan data spesifikasi kaca film yang menggunakan VLT.


VLT 60% - 75% : Kegelapan kaca film   0%
VLT 50% - 59% : Kegelapan kaca film 20%
VLT 30% - 49% : Kegelapan kaca film 40%
VLT 20% - 29% : Kegelapan kaca film 60%
VLT 10% -  15% : Kegelapan kaca film 70%
VLT   5% -  10% : Kegelapan kaca film 80%
VLT   1% -    4% : Kegelapan kaca film 90%

UVR (ULTRA VIOLET REJECTION)

Ultra Violet adalah cahaya yang dapat membuat interior kulit retak/ atau pecah-pecah, warna interior mobil memudar (fading) dan yang paling berbahaya adalah dapat menyebabkan kanker kulit. Semakin kecil % UVT semakin baik, pada umumnya kaca film branded dapat menolak UV 99% (UVT = 1% atau UVR = 99%).


UV Rejection/Blocked merupakan penandaan dari besarnya kaca film menolak sinar ultraviolet untuk masuk ke dalam mobil. Untuk pembacaannya semakin besar akan semakin bagus, karena bila sinar ini masuk ke dalam mobil dalam jangka panjang dapat merusak dasbor, jokkulit, memudarkan warna bahkan bahayakan kerkulit dan katarak. Umumnya, kaca film yang beredar di pasaran mempunyai UVR di atas 90%.




VLR (VISIBLE LIGHT REFLENTANCE)

VLR (Visible light Reflentance) yaitu spesifikasi yang menunjukkan cahaya tampak yang dipantulkan. Angka VLR semakin besar maka kaca film akan semakin bersifat seperti cermin. VLR ini penting bila ingin memasang kaca film di kaca depan, hindari VLR yang besar sehingga pantulan dari interior mobil ke kaca depan yang mengganggu pandangan tidak terjadi. Jika angkanya kecil maka akan semakin baik, berarti semakin sedikit pantulan yang ada di kaca film.


IRR (INFRA RED REJECTION

Ini menunjukkan kemampuan kaca film untuk menangkis sinar Infra Red. Sinar Infra Red identik dengan radiasi panas, maka memasang kaca film pilihlah yang memiliki IRR tinggi, semakin tinggi poin IRR semakin baik pula kaca film tersebut menangkal sinar radiasi PANAS yang dihantarkan oleh sinar matahari.


Infra Red Rejection adalah pengukuran untuk radiasi elektronik yang mempunyai energi panas dengan kata lain infra red rejection ini berarti kemampuan untuk menolak panas, untuk pembacaannya adalah semakin besar persentase maka akan semakin baik dalam menolak panas.


Pada dasarnya, sinar Infra merah adalah sinar radiasi yang tidak terlihat, dengan ukuran 700 sampai 2.500 nano meter. Alat pengukur Infra red yang beredar di pasaran saat ini kebanyakan hanya dapat mengukur di 900 sampai 1000 nano meter sehingga dapat dikatakan bahwa alat pengukur tersebut tidak dapat dijadikan patokan. Gunakan alat ukur yang dapat mengukur gelombang IR sampai 2.000 nano meter.


Masalah ini ditambah dengan adanya material yang dapat memanipulasi alat pengukur Infra merah yang digunakan beberapa produsen kaca film untuk mengurangi biaya produksi.Tentu saja hal ini dapat menyesatkan konsumen. Sangat disarankan untuk mencoba langsung dengan heat lamp untuk merasakan secara langsung bagaimana performa kaca film meredam panas.

TSER (TOTAL SOLAR ENERGY REJECTION

Tujuan memasang kaca film pasti ingin mobilnya adem. Untuk melihat tingkat ke"adem"an kaca film itu bisa melihat dari angka ini. Kaca film yang memiliki TSER tinggi berarti mampu mereduksi panas lebih baik daripada yang memiliki poin TSER rendah.


Sinar infra merah mewakili sekitar 53% energy matahari. Sisa energi matahari berasal dari cahaya tampak sebesar 44% dan sebagian kecil dari sinar ultraviolet (3%).Semua dari 3 gelombang elektromagnetik ini membentuk apa yang dikenal sebagai spectrum matahari dan energy gabungannya adalah yang kita lihat saat kita menggunakan istilah total energi matahari.


Total Solar Energy Rejected (TSER) adalah metrik yang menggambarkan jumlah total energi matahari (UV + visible light+ IR) yang diblokir, atau ditolak, melewati jendela.


TSER adalah persentase ke seluruhan panas sinar matahari yang ditolak oleh kaca film.

Ini adalah spesifikasi kaca film utama yang harus kita lihat dalam memilih kaca film yang baik dalam meredam panas matahari.


Angka TSER dipengaruhi oleh VLT, Infrared Rejected, Ultraviolet Rejected, dan unsur-unsur lainnya. Sinar matahari terdiri dari sinar infra merah 53%, cahaya tampak 44% dan sinar UV 3%.


Total Solar Energy Rejected (TSER) adalah persentase dari total energy matahari yang ditolak. TSER meliputi cahaya tampak, radiasi infra merah dan sinar ultraviolet. Semakin tinggi persentase, semakin tinggi persentase energi matahari yang dibelokkan.Umumnya, Infra Red Rejection (IRR) digunakan sebagai panduan untuk tingkat penolakan panas.


Pada fungsi kaca film yang tidak mementingkan visibilitas seperti misalnya penggunaan kaca film pada gedung, TSER bias digunakan sebagai panduan. Namun pada aplikasi kendaraan terutama kaca depan, Anda harus lebih memperhatikan pada angka VLT dan IRR karena menyangkut kemudahan visibilitas Anda ketika berkendara.


Film dengan TSER lebih tinggi tidak selalu berarti film tersebut berperforma lebih baik.TSER tinggi (Total Solar Energy Rejected) juga berarti film jauh lebih gelap atau sangat reflektif. Jadi cara terbaik untuk menilai antara film adalah membandingkan film dengan VLT (visible light transmission) yang sama.